Selamat Datang di Beta pung Blog : Kekuatan Komunikasi

Selamat Datang di Beta pung Blog : KEKUATAN KOMUNIKASI

Kamis, 04 September 2025

RUANG LINGKUP DAN KONSEPTUALISASI SOSIOLOGI KOMUNIKASI


 

A. Manusia Sebagai Makhluk sosial

    Manusia adalah makhluk ciptakan Tuhan dengan struktur dan fungsi yang sangat sempurna bila dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia juga diciptakan sebagai makhluk multidimensional, memiliki akal pikiran dan kemampuan berinteraksi secara personal maupun sosial. Karena itu manusia disebut sebagai makhluk yang unik, yang memiliki kemampuan sosial sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Di samping itu, semua manusia dengan akal pikirannya mampu mengembangkan kemampuan tertingginya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yaitu memiliki kemampuan spiritual, sehingga manusia di samping sebagai makhluk individual, makhluk sosial, juga sebagai makhluk spiritual. Dalam kenyataannya, kemampuan fungsional manusia di atas dapat dilakukannya secara simultan dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk individu, makhluk sosial, dan sebagai makhluk spiritual. Namun juga manusia dengan kecerdasannya dapat memisahkan fungsi-fungsi tersebut berdasarkan pada kepentingan dan kebutuhan serta kondisi sosial yang mengitarrnya. Kemampuan fungsional inilah yang menjadikan manusia berbeda secara fundamental dengan makhluk hidup yang lainnya di muka bumi. Bahkan dengan kekuatan spirituainya maka manusia mampu mengungguli kemampuan makhluk hidup lainnya.Di sisi lain, karena manusia adalah makhluk sosial, maka manusia pada dasarnya tidak marnpu hidup sendiri di dalam dunia mi baik sendiri dalam konteks fisik maupun dalam konteks sosial-budaya. Terutama dalam konteks sosial-budaya, manusia membutuhkan manusia lain untuk saling berkolaborasi dalarn pemenuhan kebutuhan fungsi-fungsi sosial satu dengan lainriya. Karena pada dasarnya suatu fungsi yang dimiliki oleh manusia akan sangat berguna dan bermanfaat bagi manusia lainnya. Karena fungsi-fungsi sosial yang diciptakan oleh manusia ditujukan untuk saling berkolaborasi dengan sesama manusia lainnya, dengan kata lain, manusia menjadi sangat bermartabat apabila bermanfaat bagi manusia lainnya.

Fungsi-fungsi sosial manusia lahir dan kebutuhan akan fungsi tersebut oleh orang lain, dengan demikian produktivitas fungsional dikendalikan oleh berbagai macam kebutuhan manusia. Setiap manusia memiliki kebutuhan masing-masing secara individual maupun kelompok, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka perlu adanya perilaku selaras yang dapat diadaptasi oleh masing-masing manusia. Penyelarasan kebutuhan dan penyesuaian kebutuhan individu, kelompok dan kebutuhan sosial satu dan lainnya, menjadi konsentrasi utama pemikiran manusia dalam. masyarakatnya yang beradab.

Sosiologi berpendapat bahwa tindakan awal dalam penyelarasan fungsi-fungsi sosial dan berbagai kebutuhan manusia diawali oleh dan dengan melakukan interaksi sosial atau tindakan komunikasi satu dengan yang lainnya. Aktivitas interaksi sosial dan tindakan komunikasi itu dilakukan baik secara verbal, non-verbal maupun simbolis. Kebutuhan adanya sebuah sinergi fungsional dan akselerasi positif dalam melakukan pemenuhan kebutuhan manusia satu dengan lainnya mi kemudian melahirkan kebutuhan tentang adanya norma-norma dan nilai-nilai sosial yang mampu mengatur tindakan manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, Sehingga tercipta keseimbangan sosial (sosial equilibrium) antara hak dan kewajiban dalam pemenuhan kebutuhan manusia, terutama juga kondisi keseimbangan itu akan menciptakan tatanan sosial (sosial order) dalam proses kehidupan masyarakat saat sekarang dan di waktu yang akan datang.

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, maka interaksi sosial dalam berkelompok dan bermasyarakat, yang oleh Habermas disebut dengan tindakan komunikasi merupakan perspektif sosiologi, dan perspektif ini pula yang menjadi objek pengamatan sosiologi komunikasi. Fokus interaksi sosial dalam masyarakat adalah komunikasi itu sendiri. Sebagaimana dijelaskan oleh sosiolog bahwa komunikasi menjadi unsur terpenting dalam seluruh kehidupan manusia. Dominasi perspektif ini dalam sosiologi yang begitu luas dan mendalam, maka lahirlah kebutuhan untuk mengkaji kekhususan dalam studi-studi sosiologi yang dinamakan Sosiologi Komunikasi, yaitu perspektif kajian sosiologi tentang aspek-aspek khusus komunikasi dalarn lingkungan individu, kelompok, masyarakat, budaya, dan dunia.

Sehubungan dengan itu, beberapa konsep penting yang berhubungan dengan sosiologi komunikasi adalah konsep tentang sosiologi, community, communication, telematika, merupakan konsep penting yang kemudian melahirkan studi-studi integratif serta terkait satu sama lain sehingga melahirkan studi-studi interelasi yang penting untuk dibicarakan di sini sekaligus juga sebagai ruang lingkup dalam studi-studi sosiologi komunikasi.

1. Sosiologi

Sosiologi  adalah  ilmu  yang membahas  tentang  berbagai  aspek dalam masyarakat serta pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Sosiologi pertama kali digunakan oleh Auguste Comte yang juga dikenal sebagai bapak dari sosiologi dan kemudian diperluas menjadi suatu disiplin ilmiah oleh Herbert Spencer (Budiati, 2009). Dalam buku Sociology: Society Diving in Society (2007), pada abad ke-19, seorang filsuf Prancis bernama Auguste Comte mengungkapkan keprihatinannya tentang keadaan masyarakat Prancis setelah Revolusi Prancis booming. Dampak revolusi menimbulkan perubahan positif dengan munculnya suasana demokrasi, tetapi juga membawa perubahan negatif. Perubahan negatif berupa konflik kelas yang menyebabkan anarkisme di masyarakat. Konflik dipicu oleh kurangnya pemahaman untuk mengatasi perubahan atau hukum seperti pengaturan stabilitas sosial. Dalam kondisi seperti itu, Auguste Comte menyarankan bahwa studi tentang masyarakat harus dikembangkan menjadi ilmu yang mandiri di mana sosiologi lahir sebagai cabang termuda dari ilmu-ilmu sosial. Istilah sosiologi dipopulerkan oleh Auguste Comte dalam bukunya Cours de Philosophe Positif (1830). Secara Etimologi, Sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berati cerita/ilmu pengetahuan (Jamaludin,A.N. 2016), kemudian berkembang lagi menjadi kata sosial, artinya berteman, bersama, berserikat. Ungkapan ini dipublikasikan pertama kalinya dalam buku tersebut dan dijelaskan lebih rinci bahwa objek sosiologi adalah manusia dan masyarakat luas (Laksana,dkk. 2017). Sosiologi adalah ilmu yang membahas tentang berbagai aspek dalam masyarakat serta pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Sosiologi memiliki objek kajian yang jelas dan dapat diselidiki melalui metode-metode ilmiah serta dapat disusun menjadi suatu sistem yang masuk akal dan saling berhubungan. Objek kajian utama dalam sosiologi ialah struktur masyarakat, unsur sosial, sosialisasi dan perubahan sosial (Elisanti dan Rostini. T. 2009).

Pengertian Sosiologi menurut para ahli :

1.   Max Weber

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang memiliki arti subjektif bagi individu dan diarahkan pada perilaku orang lain (Sudarmi S, Indriyanto, W. 2009).

2. Pitirim Sorokin

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari:

a.      Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya antara ekonomi dengan agama, hukum dengan ekonomi dan sebagainya)

b.     Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala-gejala nonsosial (misalnya gejala geografis, biologis dan sebagainya)

c.      Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.

3. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial termasuk perubahan sosial. Menurut S. Soemardjan dan S. Soemardi, struktur sosial merupakan keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga- lembaga sosial, kelompok sosial, serta lapisan sosial. Sedangkan proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan.

4. Soerjono Soekanto

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

5. Astrid S. Susanto

Sosiologi tidak sekadar mempelajari berbagai hubungan. yang terjadi dalam masyarakat, tetapi mempelajari gejala-gejala dalam masyarakat dan yang terjadi berulang-ulang.

 

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang membahas tentang masyarakat serta proses yang timbul dari hubungan sosial dalam masyarakat, dimana hubungan sosial diwujudkan dalam struktur sosial yang merupakan keseluruhan jalinan antara unsur - unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga- lembaga sosial, kelompok sosial, serta lapisan sosial.

Pembentukan struktur sosial, dan terjadinya proses sosial dan kemudian adanya perubahan-perubahan sosial tidak lepas dari adanya aktivitas interaksi sosial yang menjadi salah satu ruang lingkup sosiologi.

2. Community

Bicara Community merujuk pada konsep masyarakat yang dalam bahasa yunani disebut Comunete yang berarti Persahabatan. Seorang filsuf Yunani, aristoteles mengemukakan bahwa manusia hidup bersama dalam masyarakat karena mereka menikmati ikatan saling bekerja sama, untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dan untuk menemukan makna kehidupan. Masyarakat, sebagai sebuah entitas sosial yang kompleks, telah menjadi objek kajian berbagai disiplin ilmu, mulai dari sosiologi, antropologi, hingga ilmu politik. Interaksi manusia yang saling terkait dan membentuk pola-pola tertentu dalam kehidupan sehari-hari menjadi landasan terbentuknya masyarakat. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai pengertian masyarakat, ciri-cirinya, serta implikasinya dalam kehidupan manusia.

A.  Pengertian Masyarakat

Secara sederhana, masyarakat dapat didefinisikan sebagai sekelompok manusia yang hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu, saling berinteraksi, dan memiliki nilai, norma, serta budaya yang sama. Mereka terikat oleh berbagai macam hubungan sosial, baik itu hubungan keluarga, kekerabatan, persahabatan, hingga hubungan kerja.

Beberapa definisi masyarakat menurut para ahli:

·    Soerjono Soekanto: Masyarakat adalah semua kesatuan hidup manusia yang bersifat mantap dan terikat oleh satuan adat-istiadat dan rasa identitas bersama.

·    Emile Durkheim     : Masyarakat adalah suatu realitas yang memiliki karakteristik sendiri dan tidak dapat direduksi menjadi jumlah individu-individu yang membentuknya.

·    Max Weber             : Masyarakat adalah suatu tatanan sosial yang bersifat terbuka dan dinamis, di mana individu-individu saling berinteraksi berdasarkan aturan-aturan tertentu.

Dalam pengertian sosiologi, masyarakat tidak dipandang sebagai suatu kumpulan individu-individu semata. Masyarakat merupakan suatu pergaulan hidup, oleh karena manusia hidup bersama. Masyarakat merupakan suatu sistem yang terbentuk karena hubungan anggota-anggotanya. Dengan kata lain, masyarakat adalah suatu sistem yang terwujud dari kehidupan bersama manusia, yang lazim disebut dengan sistem kemasyarakatan. Emile Durkheim (1951) menyatakan bahwa masyarakat merupakan suatu kenyataan yang obyektif secara mandiri, bebas dari individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya. 

Cara yang baik untuk mengerti tentang masyarakat adalah dengan menelaah ciri-ciri utama dari masyarakat itu sendiri. Sebagai suatu pergaulan hidup atau suatu bentuk kehidupan bersama manusia, maka masyarakat itu mempunyai ciri-ciri utama (Nurmansyah.G, 2019) yaitu:

1.     Manusia yang hidup bersama (minimal 2 orang) 

2.     Bergaul selama jangka waktu cukup lama

3.     Adanya kesadaran bahwa setiap orang merupakan bagian dari satu kesatuan.

4.     Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan antar anggota masyarkat.

 

Pengertian manusia yang hidup bersama dalam ilmu sosial tidak mutlak jumlahnya, bisa saja dua orang atau lebih. Manusia tersebut hidup bersama dalam waktu relatif lama, dan akhirnya melahirkan manusia-manusia baru yang sahng berhubungan satu dengan lainnya. Hubungan antara manusia itu, kemudian melahirkan keinginan, kepentingan, perasaan, kesan, penilaiañ dan sebagainya. Keseluruhan itu kemudian mewujudkan adanya sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam masyarakat tersebut. Dalam sistem hidup tersebut, maka muncullah budaya yang mengikat antara satu manusia dengan lainnya.

B.  Ciri khas Masyarakat

Masyarakat memiliki ciri khas yang membedakannya dengan sekumpulan individu yang tidak terorganisasi. Berikut adalah beberapa ciri khas masyarakat (Setiawan, 2012).

1. Ada interaksi antara sesama anggota masyarakat.

Masyarakat terjadi interaksi sosial yang merupakan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara perseorangan, antara kelompok-kelompok, maupun antara perseorangan dengan kelompok. Untuk terjadinya interaksi sosial harus ada 2 syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi sosial.

2. Menempati wilayah dengan batas-batas tertentu.

Suatu kelompok masyarakat menempati suatu wilayah tertentu menurut suatu keadaan geografis sebagai tempat tinggal komunitasnya, baik dalam ruang lingkup yang kecil (RT/RW), desa, kecamatan, kabupaten, propinsi dan bahkan negara.

3. Saling tergantung satu dengan yang lainnya.

Anggota masyarakat yang hidup pada suatu wilayah tertentu saling tergantung satu dengan yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tiap-tiap anggota masyarakat mempunyai keterampilan sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing dan saling melengkapi.

4. Memiliki adat istiadat/budaya tertentu.

Adat istiadat dan budaya diciptakan untuk mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat yang mencakup bidang yang sangat luas diantara tata cara berinteraksi antara kelompok-kelompok yang ada di masyarakat, apakakah itu dalam perkawinan, kesenian, mata pencaharian ataupun sistem kekerabatan dan sebagainya.

5. Memiliki identitas bersama.

Suatu kelompok masyarakat memiliki identitas yang dapat dikenali oleh anggota masyarakat lainnya. Hal ini penting untuk menopang kehidupan dalam bermasyarakat yang lebih luas. Identitas kelompok dapat berupa lambang, bahasa, pakaian, simbol tertentu pada perumahan, benda tertentu, seperti: alat pertanian, senjata tajam, kepercayaan dsb.

Ciri-ciri dan ciri khas, sama atau berbeda ? Contoh ciri-ciri berhubungan dengan karakteristik pada seseorang misalkan orangnya pendek, tinggi, rambut panjang, rambut ikal, kulit hitam, putih, hidung mancung atau pesek sedangkan ciri khas contohnya murah senyum, kalau dia ada pasti heboh dll.

C.  Jenis-Jenis Masyarakat

Masyarakat dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, seperti ukuran, kerapatan, tingkat kompleksitas, dan tingkat modernisasi. Beberapa jenis masyarakat yang umum dikenal adalah:

·        Masyarakat Pedesaan: Masyarakat yang hidup di daerah pedesaan, umumnya memiliki struktur sosial yang sederhana, mata pencaharian berbasis pertanian, dan hubungan sosial yang lebih erat.

·        Masyarakat Urban: Masyarakat yang hidup di daerah perkotaan, memiliki struktur sosial yang kompleks, mata pencaharian yang beragam, dan tingkat mobilitas yang tinggi.

·        Masyarakat Industri: Masyarakat yang ekonominya didominasi oleh sektor industri. Masyarakat industri dicirikan oleh spesialisasi pekerjaan, urbanisasi, dan penggunaan teknologi yang canggih.

·        Masyarakat Pasca-industri: Masyarakat yang ekonominya didominasi oleh sektor jasa dan informasi. Masyarakat pasca-industri dicirikan oleh pengetahuan sebagai modal utama, globalisasi, dan individualisme.

3. Communication

Theodornoson and Theodornoson (1969) memberi batasan lingkup communication berupa penyebaran informasi, ide-ide, sikapsikap, atau emosi dan seorang atau kelompok kepada yang lain (atau lain-lainnya) terutama melalui simbol-simbol. Garbner (1967) mengatakan communication dapat didefinisikan sebagai social inter action melalui pesan-pesan (McQuail dan Windahi, tt.: 4).

Onong Uchyana mengatakan komunikasi sebagai proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran, atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dan benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keraguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dan lubuk hati. (Uchyana, 2002: 11)

Jadi, lingkup komunikasi menyangkut persoalan-persoalan yang ada kaitannya dengan substansi interaksi sosial orang-orang dalam masyarakat; termasuk konten interaksi (komunikasi) yang dilakukan secara langsung maupun dengan menggunakan media komunikasi dalam penyampaian pesan atau informasi.

4. Teknologi Telematika

Istilah teknologi telematika (telekomunikasi, media, dan informatika) bermula dari istilah teknologi informasi (Information Technology atau IT. Istilah ini mulai populer di akhir dekade 70-an. Pada masa sebelumnya, teknologi informasi masih disebut dengan istilah teknologi komputer atau pengolahan data elektronik atau PDE (Electronic Data Processing atau EDP).

Istilah telematika lebih ke arah penyebutan kelompok teknologi yang disebutkan secara bersama-sama, namun sebenarnya yang dimaksudkan adalah teknologi informasi yang digunakan di media massa serta teknologi telekomunikasi yang umumnya digunakan dalam bidang komunikasi lainnya serta informatika; pengolahan informasi dengan menggunakan komputer. Istilah teknologi sering kali rancu dengan istilah sistem informasi itu sendiri dan kadang menjadi bahan perdebatan. Ada yang menggunakan istilah teknologi informasi untuk menjabarkan sekumpulan sistem informasi, pemakai, dan manajemen. Pendapat mi menggambarkan teknologi dalam perspektif yang luas. Namun,  kalau didasarkan pada definisi sistem informasi menurut Alter di depan, teknologi informasi hanyalah bagian dan sistem informasi.

Menurut kamus Oxford (1995), teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk mengolah, menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar. Menurut Alter (1992), teknologi informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melakukan pemrosesan data seperti mengolah,  menyimpan, memanipulasi, atau menampilkan data. Martin (1999) mendefinisikan teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Mikrokomputer, komputer mainframe, pembaca barcode, perangkat lunak pemroses transaksi, perangkat lunak lembar kerja (spreadsheet), dan peralatan kornunikasi dan jaringan merupakan contoh teknologi informasi (Kadir, 2003: 28).

Secara garis besar, teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian; perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Perangkat keras menyangkut pada peralatan-peralatan yang bersifat fisik, seperti memori, printer, dan keyboard. Adapun perangkat lunak terkait dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras agar bekerja sesuai dengan tujuan instruksi-instruksi tersebut.

5. Sosiologi Komunikasi

Menurut Soerjono Soekanto (Soekanto, 1992), sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yakni suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh-memengaruhi antara para individu, individu dengan kelompok maupun antarkelompok. Menurut Soekanto, Sosiologi Komuniksi juga ada kaitannya dengan public speaking, yaitu bagaimana seseorang berbicara kepada publik.

Secara komprehensif Sosiologi Komunikasi mempelajari tentang interaksi sosial dengan segala aspek yang berhubungan dengan interaksi tersebut seperti bagaimana interaksi (komunikasi) itu dilakukan dengan menggunakan media, bagaimana efek media sebagai akibat dan interaksi tersebut, sampai dengan bagaimana perubahan-perubahan sosial di masyarakat yang didorong oleh efek media berkembang serta konsekuensi sosial macam apa yang ditanggung masyarakat sebagai akibat dan perubahan yang didorong oleh media massa itu.

Komunikasi di dalam masyarakat dibagi dalam 5 jenis:

1.   Komunikasi individu dengan individu (komunikasi antarpribadi)

Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antar-perorangan dan bersifat pribadi baik yang terjadi secara langsung (tanpa medium) ataupun tidak langsung (melalui medium). Contohnya kegiatan percakapan tatap muka, percakapan melalui telepon, surat menyurat pribadi. Fokus pengamatannya adalah bentuk-bentuk dan sifat-sifat hubungan (relationship), percakapan (discourse), interaksi dan karakteristik komunikator.

2.   Komunikasi kelompok

Komunikasi kelompok, memfokuskan pembahasannya kepada interaksi di antara orang-orang dalam kelompok-kelompok kecil. Komunikasi kelompok juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Bahasan teoritisnya meliputi dinamika kelompok, efisiensi dan efektivitas penyampaian informasi dalam kelompok, pola dan bentuk interaksi, serta pembuatan keputusan.

3.   Komunikasi organisasi

Komunikasi organisasi menunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok. Pembahasannya meliputi struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian, serta kebudayaan organisasi. Contohnya komunikasi organisasi dengan pola bintang, rantai dan Y.

4.   Komunikasi sosial

Komunikasi sosial (Astrid, 1992: 1) adalah salah satu bentuk komunikasi yang lebih intensif, di mana komunikasi terjadi secara langsung antara komunikator dan komunikan, sehingga situasi komunikasi berlangsung dua arah dan lebih diarahkan kepada pencapaian suatu situasi integrasi sosial, melalui kegiatan ini terjadilah aktualisasi dan berbagai masalah yang dibahas. Komunikasi sosial sekaligus suatu proses sosialisasi dan untuk pencapaian stabilitas sosial, tertib sosial, penerusan nilai-nilai lama dan baru yang diagungkan oleh suatu masyarakat melalui komunikasi sosial kesadaran masyarakat dipupuk, dibina dan diperluas. Melalui komunikasi sosial, masalah-masalah sosial dipecahkan melalui konsensus.

5. Komunikasi massa

Komunikasi massa menurut McQuail (1994: 6) adalah komunikasi yang berlangsung pada tingkat masyarakat luas. Pada tingkat ini komunikasi dilakukan dengan menggunakan media massa. Selanjutnya McQuail mengatakan ciri-ciri utama kornunikasi massa; sumbernya adalah organisasi formal dan pengirimnya adalah profesional; pesannya beragam dan dapat diperkirakan; pesan diproses dan distandarisasikan; pesan sebagai produk yang memiliki nilai jual dan makna simbolik; hubungan antara komunikan dan komunikator berlangsung satu arah; bersifat impersonal, non-moral, dan kalkulatif.

Dengan demikian, lingkup komunikasi massa menyangkut sumber pemberitaan, pesan komunikasi, hubungan komunikan dan komunikator, dan dampak pemberitaan terhadap masyarakat.

Menurut Effendy (2001: 6-9), ikhtisar mengenai lingkup ilmu komunikasi ditinjau dari unsurnya, bentuknya, sifatnya, metodenya, tekniknya, modelnya, bidangnya, dan sistemnya.

1. Komponen Komunikasi

a. Komunikator (communicator)

b. Pesan(message)

c. Media (media)

d. komunikan (communicant)

2. Bentuk Komunikasi

a. Komunikasi Personal (Personal Communication)

1) Komunikasi intrapersonal (intrapersonal communication)

2) Komunikasi antarpersonal (interpersonal communication)

b. Komunikasi Kelompok (Group Communication)

1) Komunikasi kelompok kecil (small group communication)

a) ceramah (lecture)

b) diskusi panel (panel discussion)

c) simposiuth (symposium)

d) forum

e) seminar

f) curah saran (brainstorming)

g) dan lain-lain.

         2) Komunikasi kelompok besar (large group communication/ public speaking)

 

c. Komunikasi Massa (Mass communication)

1) Pers
        2) Radio
        3) Televisi
        4) Film dll
        5) dan lain-lain

d. Komunikasi Media (Media Communication)

1) Surat
        2) Telepon
        3) Pamfiet
        4) Poster
        5) Spanduk
        6) dan lain-lain

3. Sifat Komunikasi

a. Tatap muka (face-to-face)
        b. Bermedia (mediated)

c. Verbal (verbal)

1) lisan (oral)

2) tulisan/cetak (written/printed)

d. Nonverbal (non-verbal)

1) Kinesik (Gestural, facial, postural)

2) Bergambar (pictorial)

4. Metode Komunikasi

a. Jurnalistik (Journalism)

1) Jurnalistik cetak (printed journalism)

2) Jurnalistik elektronik (electronic journalism)

3) Jurnalistik radio (radio journalism)

4) Jurnalistik televisi (television journalism)

b. Hubungan masyarakat (public relations)

c. Periklanan (advertising)

d. Pameran (exhibition/exposition)

e. Publisitas (publicity)

f. Propaganda

g. Penerangan

5. Teknik Komunikasi

a. Komunikasi informatif (informative communication)

b. Komunikasi persuasif (persuasive communication)

c. Komunikasi instruktif/Koersif (instructive /coersive communication)

d. Hubungan manusiawi (human relations)

6. Tujuan Komunikasi

a. Perubahan sikap (attitude change)

b. Perubahan pendapat (opinion change)

c. Perubahan perilaku (behavior change)

d. Perubahan sosial (social change)

7. Fungsi Komunikasi

a. Mengiformasikan/menyampaikan informasi (to inform)
           b. Mendidik (to educate)
           c. Menghibur (to entertain)
           d. Mempengaruhi (to influence)

8. Model Komunikasi

a. Komunikasi satu tahap/Linear (one step flow communication)
b. Komunikasi dua tahap/Transaksional (two step flow communication)
c. Komunikasi multitahap/Interaksional (multistep flow communication)

9. Bidang Komunikasi

a.      Komunikasi sosial (social communication)

b.     Komunikasi manajemen/organisasional (manajement / organizational communication)

c.      Komunikasi perusahaan (business communication)

d.     Komunikasi politik (political communication)

e.      Komunikasi internasional (internasional communication)

f.      Komunikasi antarbudaya (intercultural communication)

g.     Komunikasi pembangunan (development communication)

h.     Komunikasi lingkungan (environmental communication)

i.       Komunikasi tradisional (traditional communication)

 

 

B.    Ranah, Kompleksitas, Dan Objek Sosiologi Komunikasi

Ranah sosiologi komunikasi berada pada wilayah individu, kelompok, masyarakat, dan sistem dunia. Di mana ranah ini bersentuhan dengan wilayah lain, seperti teknologi telematika,kommunikasi, proses dan interaksi sosial, serta budaya kosmopolitan.

Ranah sosiologi komunikasi berbeda dengan studi-studi komunikasi dan sosiologi secara keseluruhan, dengan kata lain objek sosiologi komunikasi tidak sama dengan sosiologi secara umurn, begitu juga sosiologi komunikasi tidak mengambil objek komunikasi secara utuh, akan tetapi sosiologi komunikasi menjembatani studi studi sosiologi dan studi-studi komunikasi di mana jembatan itu dibangun berdasarkan kajian sosiologi tentang interaksi sosial yang dalam sosiologi juga dikenal dengan subkajian masalah-masalah komunikasi, kemudian menariknya ke dalam studi komunikasi yang berkaitan erat dengan sosiologi yaitu studi-studi media, dampak media maupun perkembangan teknologi komunikasi. Namun karena begitu dekatnya studi-studi sosiologi dan studi-studi. komunikasi, maka kajian sosiologi komunikasi mi berkembang menjadi satu kajian yang tidak bisa lagi dibedakan secara sosiologis dengan komunikasi. Dalam arti ketika kita membahas kasuskasus sosiologi komunikasi, maka akan ditemukan sebuah kenyataan bahwa apa yang menjadi perhatian sosiologi itu jugalah yang menjadi perhatian komunikasi. Hal ini terjadi karena ranah sosiologi komunikasi adalah kajian utama dan terpenting dan kajian sosiologi dan kajian komunikasi itu sendiri, yaitu individu, kelompok, masyarakat, dunia, dan segala interaksinya.

Studi-studi sosiologi komunikasi selain bersifat interdisipliner dan terbuka terhadap sumbangan disiplin ilmu lain sebagaimana Gambar 2 di atas, sosiologi komunikasi juga memiliki objek kajian yang terbuka luas setiap saat, seirama dengan cepatnya perubahanperubahan sosial-budaya dan teknologi media yangberkembang di masyarakat beserta semua aspek yang mengikutinya.

Saat ini, kendali arah perkembangan sosiologi kornunikasi ditentukan oleh pesatnya perkembangan dunia teknologi komunikasi yang kemudian secara simultan memengaruhi ranah-ranah sosial dan budaya masyarakat di setiap lapisan masyarakat. Dengan demikian, maka luasan objek kajian sosiologi komunikasi juga ikut di- pengaruhi oleh perkembangan ranah-ranah sosial-budaya dan teknologi media itu dengan segala aspek yang mengikutinya.

Sejauh itu pun kajian sosiologi komunikasi merasa selalu tertinggal jauh dan perkembangan teknologi komunikasi. Berbagai teori dirasakan cepat usang dan sudah tidak up to-date lagi, begitu pula perspektif yang awalnya dianggap penting untuk dikembangkan dalam studi-studi sosiologi komunikasi menjadi semakin kompleks dalam waktu singkat. Bagitu pula kaitannya studi-studi sosiologi komunikasi dengan disiplin ilmu lainnya setiap saat dipandang sangat membantu kajian-kajian sosiologi komunikasi. Sementara kekhawatiran yang ada bahwa terasa begitu sedikit para ahli yang ikut memikirkan kajian mi, padahal kenyataannya sudah sangat banyak di masyarakat. Salah satu pemicu perkembangan sosiologi komunikasi yang cepat mi disebabkan karena sosiologi komunikasi menganggap bahwa saat mi perkembangan teknologi selalu mendahului perkembangan teori (di mana pada waktu-waktu sebelumnya gejala mi justru sebaliknya). Pacu memacu antara teknologi dan teori di ranah wacana, aplikasi, dan masyarakat inilah yang kemudian setiap saat melebarkan arena objek sosiologi komunikasi itu. Berdasarkan penjelasan mengenai ranah sosiologi komunikasi dan kompleksitas studi sosiologi komunikasi, maka objek sosiologi kornunikasi adalah seperti di halaman berikut.

Setiap bidang ilmu dalam rumpun ilmu-ilmu sosial memiliki objek kajian formal yang sama yaitu manusia. Manusia adalah objek yang tak pernah habis dibahas dan berbagai aspek dan sudut. pandang, baik dalam konteks mikro maupun makro, konteks fisik maupun metafisika, bahkan dalam konteks spiritualnya. Objek formal manusia yang dimaksud adalah dalam konteks individu, kelompok, masyarakat, dunia, serta aspek-aspek sosiologis yang mengitarinya.

Objek formal dalam studi sosiologi komunikasi menekankan pada aspek aktivitas manusia sebagai makhluk sosial yang melakukan aktivitas sosiologis yaitu proses sosial dan komunikasi, aspek mi merupakan aspek dominan dalam kehidupan mariusia bersama orang lain. Aspek lainnya adalah telematika dan realitasnya. Aspek ini rnenyangkut persoalan teknologi media, teknologi komunikasi, dan berbagai persoalan konvergensi yang ditimbulkannya termasuk realitas maya yang dihasilkan oleh telematika sebagai sebuah ruang publik baru yang tanpa batas dan memiliki masa depan yang cerah bagi ruang kehidupan. Sebaliknya perkembangan telematika dan aspek-aspeknya serta pengaruhnya terhadap perkembangan media massa memberikan efek yang luar biasa pada masyarakat. Efek media memiliki ruang bahasan yang luas terhadap konsekuensinya pada proses-proses sosial itu sendiri, baik menyangkut individu, kelompok, masyarakat maupun dunia, termasuk pula aspek-aspek yang merusak, seperti kekerasan, pelecehan, penghinaan, bahkan sampai pada masalah-masalah kriminal. Pengaruhpengaruh efek media juga ikut membentuk life style dan lahirnya norma sosial baru di masyarakat terutama pada masyarakat kosmopolitan, sekuler, cerdas, profesional, materialis dan hedonis, serta modis.

Perkembangan telematika tidak saja memasuki ranah sosial, namun juga memasuki ranah hukum dan bisnis. Hal mi disebabkan oleh konsekuensi dominasi telematika dalam kehidupan masyarakat pada umumnya. Ketika telematika sampai pada kemampuannya menciptakan masyarakat baru yaitu cybercommunity, maka kebutuhan akan cyberlaw menjadi mutlak ada untuk mengatur seluruh fungsi sirkulasi dan peredaran aspek-aspek kehidupan sosial (dalam dunia cyber) sebagaimana kebutuhan sebuah sistem sosial itu sendiri. Karena sadar ataupun tidak aspek hukum dan bisnis akan mendominasi cybercommunity selain pencitraan itu sendiri.